IMG_20151103_001944.jpg

Rendra Fatrisna Kurniawan

Rendra Fatrisna Kurniawan, dilahirkan pada 9 Maret 1984. Mulai mengeyam pendidikan di SD Negeri Bandung Rejosari III Malang hingga lulus pada tahun 1996, di SLTP Negeri 1 Malang hingga lulus pada tahun 1999, dilanjutkan di SMU Negeri 5 Malang sampai dengan lulus pada tahun 2002. Kemudian di tahun yang sama melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Negeri Malang pada Fakultas Ilmu Pendidikan. Dan pada tahun 2011 telah menyelesaikan pendidikan S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Pada tahun 2013 telah menyelesaikan pendidikan vokasi dalam bidang Manajemen Pertambangan dan Energi di AKAMIGAS – STEM, sebuah Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang berlokasi di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Selama duduk di bangku SMU aktif dalam berbagai organisasi di sekolahnya, pernah menjabat sebagai Ketua Umum Perisai Diri Cabang Malang Ranting SMUN 5 Malang tahun 2001/2002 dan menjadi Tim Formatur MUSCAB V Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Malang tahun 2001, Sekbid II Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tahun 2001/2002, Sekbid Dakwah dan Peribadatan Badan Dakwah Islam (BDI) tahun 2000/2001, serta pernah pula menjadi Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) SMUN 5 Malang.

Ketika telah memasuki perguruan tinggi, kembali aktif mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi di kampusnya, antara lain menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang tahun 2002, Sekbid Penalaran Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Pendidikan (AP) tahun 2003, Asisten Redaksi Majalah SIAR Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis (UKMP) Universitas Negeri Malang tahun 2003, Komisi Aspirasi Dewan Mahasiswa Fakultas (DeMa) Fakultas Ilmu Pendidikan tahun 2005, Pemimpin Redaksi Cakrawala Newsletter tahun 2005, Menteri Pengembangan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang tahun 2006.

Pada awal tahun 2004 bersama dengan beberapa orang teman dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang merintis berdirinya komunitas kepenulisan yang berbentuk Lembaga Semi Otonom (LSO) dengan nama Mahasiswa Peneliti dan Penulis Produktif (MP3). Kemudian pada akhir tahun 2005 bersama beberapa orang teman dari Teater Junjung Budaya, FIP Voice dan Aspirasi Crew kembali turut serta mendirikan komunitas seni di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, yang selanjutnya diresmikan sebagai Lembaga Semi Otonom Organisasi Pecinta Seni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (OPIUM). Dalam organisasi ini sempat menjabat sebagai Koordinator Musik OPIUM tahun 2006, Pimpinan Redaksi OPIUM Newsletter tahun 2006/2007, dan Koordinator Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) OPIUM tahun 2007.

Intens dalam menulis, beberapa karyanya dimuat dalam berbagai media. Karyanya yang telah dibukukan antara lain dalam antologi puisi bersama Ponari For President (Babel Publishing, 2009), dan buku pertamanya yang telah diterbitkan adalah antologi cerpen tunggal yang berjudul Jung Jawa (Babel Publishing, 2009).

Pengalaman yang pernah diperoleh dari dunia kerja, antara lain adalah menjadi wartawan Supel Malang Post tahun 2001/2002, Reporter tabloid TiAmo Surabaya Post tahun 2001/2002, Redaksi Pelaksana Newsletter Mitra Komunikasi tahun 2003/2004. Pernah juga menerjuni design grafis di Coma Design tahun 2003/2004 dan Bright Work tahun 2005, kemudian sempat menjadi setting layout di beberapa majalah yakni Majalah Budaya Jawa Anggara Kasih tahun 2004/2005, Majalah Budaya Jawa Selogo Budaya tahun 2005, dan Majalah Tambulate tahun 2005.

Kemudian bekerja di Embrio Public Relation, menjabat sebagai Public Relation Officer PT. Radio Tritara Yaksa (TT 77) tahun 2004/2005, dan Public Relation Officer Bratan Resto&Cafe tahun 2005. Semenjak tahun 2006 bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di instansi Pemerintah Kota Malang. Pada tahun 2010-2011 menjadi redaktur pelaksana dari Majalah New Indonesia dan pada tahun 2012 menjadi Executive Consultant di PR Solution firm. Beberapa kali menjadi pemateri dan motivator tentang organisasi mahasiswa, jurnalistik, tehnik perwajahan dalam media cetak, dan event organizer.

Aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, antara lain pernah menjabat secara berjenjang sebagai Sekretaris, Wakil Ketua, dan Ketua Karang Taruna yang disebut Komunitas Muda Mudi Bersatu (KMMB) berlokasi di RT 04 RW 01 Kelurahan Bandung Rejosari Kecamatan Sukun Kota Malang semenjak tahun 2001 hingga 2010. Selain itu juga mengikuti komunitas pemuda di lingkungan tempat tinggalnya yaitu KLAKER Barmy Army (Harian Surya, 12 September 2007. Saya Tahu Kapan Harus Menjadi Robot, hal. 1)

Pengalaman lain yang pernah diikuti adalah menjadi Koordinator Musik dalam Pekan Komik dan Animasi Nasional (PKAN) 6 yang diselenggarakan Direktorat Kesenian Ditjen Budaya, Seni, dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 2007. Pernah menyelesaikan beberapa naskah dan menjadi sutradara sekaligus aktor dalam opera dengan judul Roro Jonggrang, Cinderela, dan Rama Shinta.

Beberapa kali menjadi panitia penyelenggara Parade Musik Underground diantaranya Musik Peduli Jogja, Parade Musik Underground Amal Aspirasi, Parade Musik Aspirasi#2: Unity and Equality, Parade Musik Aspirasi#3 Global Warming: Save the World, Klaker#2 Working Class Party, Parade Musik dan Tatoo Klaker#3, Klaker#4 Stand Strong Stand Proud : Music Fest, Workshop Tattoo, Photo Exhibition, dan lain sebagainya. Selain itu juga pernah menjadi vokalis sebuah band bergenre Punk bernama Malang Trauma Service (Jawa Pos. 27 Januari, 2011. Malang Trauma Service, Band Anak Punk yang Suarakan Kritik Sosial, hlm 29.), (Jawa Pos, 28 Juli 2012. Rendra Fatrisna Kurniawan: Tepis Anggapan Punk Selalu Musuhi Pemerintahan, hlm 29).

Prestasi yang pernah diraihnya adalah sebagai Juara III Silat Versi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) kelas D Dewasa Putra tahun 2001, atlit IPSI Kontingen Kota Malang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun 2000, sebagai atlit Kejuaraan Nasional Silat Perisai Diri antar Perguruan Tinggi XX tahun 2003, Atlet Mix Martial Arts (MMA) Han Championship II : Kejuaraan Muaythai Amatir, MMA Amatir & Kyokhusin Se-Indonesia tahun 2016, Atlet Mix Martial Arts (MMA) dan Muaythai dalam Han Championship Road to Jogja With Viper (MMA Amatir – Muaythai Amatir) tahun 2016.

Kegiatan lain yang masih aktif hingga sekarang adalah sebagai Ketua dari organisasi kesenian dan perfilman yang digagas bersama beberapa orang teman yakni bernama Padepokan Film Malang (PaFi) sejak tahun 2007. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum pada Pengurus Kota Muaythai Indonesia periode 2016 – 2020 yang merupakan salah satu cabang olahraga dalam naungan KONI Kota Malang. Pada akhir tahun 2015 bersama teman-teman penggemar seni beladiri juga telah mendirikan sebuah komunitas beladiri yang diberi nama Never Say Old (NSO) Combat Club.

 

Saya Tahu Kapan Harus Menjadi Robot

Surya, Wednesday, 12 September 2007, Malang

Di tengah tingginya kesenjangan kelas sosial, Rendra Fatrisna Kurniawan mampu menorehkan perubahan dalam hidupnya. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) termuda di Kota Malang ini mampu menyeimbangkan kehidupan di pemerintahan dan komunitas punk. Hitam putihnya kehidupan bukanlah hal baru dalam catatan hidup seorang Rendra. Diusianya yang beranjak 23 tahun ini, dia memiliki sisi kehidupan sebagai anak punk di jalanan yang telah dia jalani sejak lima tahun lalu. “Saya enjoy aja dalam menjalani hidup,” tutur Rendra. Dan inilah endingnya, di bulan Desember 2007, Rendra resmi menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Tiga tahun silam, putra pasangan Soetrisno SPd dengan Dra Siti Fatonah itu mengambil langkah berani, Ia lebih memilih hidup bebas di jalanan. Paksaan demi paksaan yang dilontarkan ayahnya, dianggapnya sebagai angin lalu. “Ayah tiap kali memaksa saya harus daftar PNS,” jelasnya pada Surya, Selasa (11/9). Namun, ia tidak pernah risih atas permintaan orang tuanya. Sampai pada akhirnya ia memiliki keputusan yang sangat mengejutkan keluarga, yakni mendaftarkan diri menjadi CPNS di Pemkot Malang. “Mulanya karena kelamaan nungguin teman daftar, jadi saya iseng ikut daftar juga,” cerita anak sulung dari empat bersaudara ini. Keberuntungan yang menghampiri Rendra disambut baik oleh keluarganya. “Entah apa ini yang dinamakan takdir Tuhan,” ujar dia. Momen itulah yang akhirnya membawa perubahan pada garis kehidupan Rendra.

Kini setelah setahun Rendra menjalani kehidupannya sebagai anggota Satpol PP, dia tetap sebagai anak punk dari Komunitas Klaker (Klayatan-Kemantren). Rendra mampu memilah dua kehidupan yang bertolak belakang ini dalam usianya yang relatif muda. Bagi Ernat teman kerjanya, kehidupan yang dijalani Rendra sangat keras. “Punk dan Satpol PP kan seperti minyak dan air, tidak bisa menyatu,” ujar pria 52 tahun ini.  Menurut Ernat, Rendra cukup profesional dalam menjalankan tugasnya. Dia bisa menyesuaikan diri, kapan menjadi anak punk dan kapan harus menjadi Satpol PP. Kinerja Rendra dianggap bagus dan profesional oleh teman sekantornya.

Menurut Rendra, awalnya hal itu sangat sulit dijalani. “Satu minggu pertama, saya ditugaskan untuk menggaruk anak jalanan (anjal),” tegas dia. Bagi Rendra, anjal merupakan teman sehingga ada dilema dalam dirinya. “Semula teman-teman protes dan marah sama saya,” papar Rendra. Namun dengan penuh kesabaran, pria yang tinggal di Jl Klayatan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini mampu memberikan pemahaman terhadap teman punk-nya. Dan ia mulai bisa meminimalisir gejolak batinnya. Rendra telah menemukan formula baru untuk mengobati gejolak hatinya. Rendra selalu menganggap bekerja sebagai Satpol PP adalah menjadi robot, sedangkan punk adalah bagian dari jiwanya. “Sekarang saya tahu kapan saya harus jadi robot dan kapan saya kembali ke teman-teman,” papar dia. (*)

http://www.surya.co.id/web Powered by Joomla! – @copyright Copyright (C) 2005 Open Source Matters. All rights reservedGenerated: 18 October, 2007, 02:37

13 Tanggapan to “Riwayat Penulis”

  1. Dee Says:

    Salam kenal..

    _dee_


  2. Dek, aku yang selalu kamu panggil mas,hampir aja nangis dengan membaca blog yang kamu buat ini. Betapa… betapa aku sangat jauh terlampaui olehmu.Teman, sahabat sejati…. saudara yang meski tidak terlahir dari satu rahim yang sama….Betapa kau selalu menjadi inspirasiku yang tak pernah mati dan lekang oleh jaman. Aku berharap…meski kau adalah tetap kau, Rendra Fatrisna Kurniawan, adek yang selalu aku banggakan….Aku benar-benar berharap, jangan pernah kau melupakan ‘mas Andrikmu’ ini sampai kapanpun. Aku tetap ingin menjadi darahmu, semangatmu,…seperti kita yang selalu melewatkan hari-hari indah di masa kecil kita di lodoyo….Rendra, teman, sahabat,…saudaraku…tetaplah berjuang dengan segala angan dan imajimu. Aku membanggakanmu Dek………….Aku sangat membanggakanmu…..

  3. petiusang Says:

    trims atas sgala supportnya Mas Andrik….
    semoga kita kelak akan berhasil meraih bintang, menggapai mimpi…
    amien..

  4. petiusang Says:

    salam kenal jg bwt dee

  5. lubisgrafura Says:

    PROLOG:
    Aku tersesat pada jalan setapak yang sebelumnya pernah kutapaki. Sendiri. Aku selalu melihat mendung menggelayut di atas kepala. Tak ada arah yang musti kutuju. Seseorang dengan kerudung mengikutiku. Seseorang itu membawa seutas tali dan pisau. Aku bergegas. Ngeri membayankan tali itu mengikat leherku lantas menggantunkan jasadku di atas pohon oak. Dan pisau itu…pisau itu…menancap tepat di jantungku….

    Untung saja itu masih bayananku. Tapi aku segera bergegas. Aku pun kehilangan lelaki misterius itu. Aku taklagi melihatnya di belakangku. Tapi, alangkah terkejutnya aku saat kulihat seutas tali berada di antunan ranting. Tepat di depanku!

    Nantikan kisah selanjutnya pada novel misteri terbaru “Tiang Gantun!”

    Lubis Grafura
    http://www.lubisrafura.wordpress.com

  6. k-doet Says:

    hoey ak nongol ne…tak penuhi janjiku buka blogmu;)!!
    teruskan bro perjuangan qt mendobrak gejala “omeksitas” di kampus,omeksitas diambil dari perpaduan kata omek dan obesitas yang berarti fenomena menggemuknya omek dikampus..ayo dibantai ae ben ora ngrusuhi kampus..mosok arek fip kq politik-politikan..lucu…hahaha.

  7. Ric_Rockscoterz Says:

    Om,,saya tertarik ma riwayat hidup anda…
    aku mahasiswa brawijaya yg miris ngliet nasib n masa depan musik underground d malang….
    kapan ada wkt bsa ktemu gk mas???

    1. petiusang Says:

      Semoga dengan adanya teman-teman yg masih peduli terhadap masa depan musik underground,maka musik underground di kota Malang dapat kembali berjaya,mari kita kembalikan kota Malang sebagai barometer musik rock (keras) di Indonesia..
      Bisa aja ketemuan kok, langsung datang az di acara Kantin Attack yg di gelar di Univ. Negeri Malang pada 23 Desember 08 mendatang, atau bisa jg ketemuan di Pemutaran Film Dokumenter Metro TV 2008 yg di selenggarakan di gedung Thetre UMM DOME pada tgl 20 Desember 08 mulai pukul 10.30.
      Keep fighting!Toast the beer as spirit blood!

  8. rockmen Says:

    lam nal Sam… awak terpukau ma opini kau ttg omek… cukup membantu aq dlm referensi tgs ne..hahahahaa.nuwus ake, slm 1jw n keep on rockin’!yeahh

  9. teta Says:

    semangat!!!!!!

    ^_^

  10. daniaremania Says:

    salut rek!! teruskan perjuanganmu kawan!!! semangaaaaaaaaadh!…

    1. petiusang Says:

      Daniar Aziz….okey…semangat3x………………….

  11. gundul Says:

    mantab sam,,,
    tak terusno ma anak2…
    minimal FIP hrus bersih dulu!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s