MEMORI

Pengertian Memori

Memori atau ingatan adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Menurut Schlessinger dan Groves (1976) dalam Rakhmat (2000) memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia, dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya. Sedangkan menurut sudut pandang psikologi bahwa memori atau ingatan adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan.

Dalam perspektif komunikasi, memori melalui tiga proses, yaitu perekaman, penyimpanan, dan pemanggilan. Perekaman adalah pencatatan informasi melalui reseptor indera dan sirkit saraf internal. Penyimpanan adalah menentukan berapa lama informasi tersebut berada beserta kita, dalam bentuk apa, dan dimana. Sedangkan pemanggilan, menurut Mussen dan Rosenzweig (1973) dalam Rakhmat (2000) adalah menggunakan informasi yang disimpan, atau biasa disebut dengan mengingat kembali.

Kemampuan mengingat antar individu berbeda-beda, antara lain seseorang yang dapat mengingat banyak disebut memiliki ingatan luas, sedangkan bagi seseorang yang hanya dapat mengingat sedikit disebut memiliki ingatan sempit. Sementara itu bagi yang memiliki ingatan kuat disebut memiliki ingatan yang setia, sedangkan sebaliknya bagi seseorangyang ingatannya lemah disebut memiliki ingatan yang tidak setia.

Dalam mengeluarkan kembali ingatan yang telah disimpan, dikelompokkan menjadi dua menurut fungsinya yaitu mengingat kembali (recall) dan mengenang (recognize). Mengingat kembali (recall) yaitu ingatan dikeluarkan kembali tanpa bantuan apapun. Sedangkan dalam mengenang (recognize) ingatan dikeluarkan melalui petunjuk.

Jenis-jenis memori berdasarkan waktu antara masuknya memori ke gudang ingatan dikeluarkannya kembali ada tiga yaitu Sensory Memori, Short Therm Memory (STM), dan Long Term Memori (LTM).

Lupa dan sebab-sebabnya

Seseorang dikatakan lupa apabila suatu ingatan atau informasi tidak dapat dimunculkan kembali. Terdapat beberapa teori mengenai penyebab terjadinya keadaan lupa tersebut. Antara lain:

1.      Teori Atropi/Decay Theory

Suatu ingatan atau informasi tidak dimunculkan dalam waktu yang relatif lama maka akan cenderung terjadi kelupaan. Untuk menghindari terjadinya kelupaan menurut teori ini maka ingatan tersebut harus diulang-ulang.

2.      Teori Interfrensi

Utuh atau tidaknya informasi yang kita simpan dipengaruhi oleh informasi yang lain.

a.       Pro Aktif

Informasi yang lama mengacaukan masuknya informasi yang baru.

b.      Netro Aktif

Informasi yang baru mengacaukan informasi yang lama.

3.      Lupa karena sebab fisiologi