Oleh

RENDRA FATRISNA K

Langkah mereka terdengar menggema sepanjang lorong, aku terkejut ketika mereka mulai mencongkel pintu makam, berikutnya pintu batu itu berderak roboh. Cahaya obor mereka mulai menerangi ruangan. ”Kita berhasil! disinilah tempatnya,” seru salah satu dari mereka, kemudian orang-orangpun itu berhambur masuk.

Masyarakat Mesir kuno memiliki keyakinan bahwa setelah mati, mereka akan dibangkitkan kembali kelak. Maka dari itu tubuh harus tetap dijaga dengan cara diawetkan, dan segala harta benda harus turut disimpan di dalam makam bersama tubuh pemiliknya, sebagai bekal untuk menjalani kehidupan baru setelah hari kebangkitan tiba.

Tapi keserakahan manusia telah menodai semua itu, mereka mulai mencari dan merampok harta benda dari dalam makam. Padahal sebagian dari para perampok itu juga tahu dengan hilangnya barang-barang penting itu si arwah akan banyak mendapat kesulitan di dunia sana.

Segala bentuk usaha telah dilakukan untuk menjaga makam supaya harta benda di dalamnya tak terjamah tangan-tangan mereka, segala jenis jebakan maut telah tersedia di setiap makam, tapi keserakahan dan kelicikan para pencuri itu mampu juga membobolnya bahkan mereka juga mengobrak-abrik isinya.

Lihatlah itu semua Bob! Semuanya emas murni! Ayo kita angkut keluar!” seru salah seorang pria dengan aksen Eropa. ”Kita kaya! Tak sia-sia semua usaha kita selama ini,” jawab kawannya. Selanjutnya mereka mulai mengaduk-aduk isi makam. Tempat yang dulu demikian dikeramatkan ini kini diacak-acak oleh tangan para pencuri itu, semua mereka buat rusak sama sekali.

Tindakan mereka ini benar-benar keterlaluan, mereka harus dihentikan, aku bersumpah dalam hati. Aku harus menghentikan mereka sekarang.

Perlahan mulai kubuka mataku, dan kucoba menggerakkan tubuhku yang terbungkus rapat oleh balutan kain usang ini. Tubuhku masih terasa kaku, sudah hampir empat ribu tahun aku tak bergerak, diam membujur dalam peti batu ini. Kini mereka mengusikku, mereka telah membangkitkan sang mumi. Aku mulai beranjak bangkit. ”Ahh!! lihat itu!” para pencuri itu menatapku dengan sorot mata ketakutan. ”Lari!! Mumi itu bangkit!!” mereka berhambur panik keluar dari makamku.

TAMAT

FRIGHT PAGES