GEN, EVOLUSI, DAN LINGKUNGAN

 

Menguak Tabir Rahasia Gen

Terdapat berbagai aspek yang mempengaruhi manusia berbeda antara yang satu dengan yang lain. Menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kita, darimana asalnya segala perbedaan itu? Para psikolog telah bertahun-tahun menggeluti persoalan-persoalan tersebut, dan akhirnya mereka terpecah dalam dua kubu yang berbeda. Kubu yang pertama, yaitu nativist, mereka menekankan pada gen dan kharakteristik dasar (nature). Sedangkan kubu yang kedua adalah golongan empiricist, mereka menekankan pada proses belajar dan pengalaman (nurture).

Kini para ilmuwan memahami bahwa pembawaan hasil keturunan maupun lingkungan saling berinteraksi dalam menghasilkan sifat psikologis dan sebagian besar cirri fisik kita. Interaksi tersebut bekerja dalam dua arah, yaitu gen mempengaruhi lingkungan yang akan kita pilih, dan lingkungan mempengaruhi aktifitas gen sepanjang hidup kita.

Pengertian gen (gene) itu sendiri adalah unit dasar dari hereditas, yang terletak pada kromosom (chromosome), yaitu suatu struktur yang bentuknya seperti tongkat dan terletak ditengah-tengah (nucleus) setiap sel tubuh.

Kromosom berisikan molekul-molekul DNA (deoxyribonucleic acid) yang bentuknya menyerupai benang. Gen-gen tersebut mengandung sekumpulan kecil DNA. Setiap kromosom mengandung ribuan gen, masing-masing terletak pada tempat tertentu. Dalam setiap gen, kombinasi empat elemen DNA yaitu asam amino adenine, thymine, cytosine, dan guanine (ATCG) membentuk suatu kode kimiawi yang berperan dalam menentukan sintesis protein tertentu. Kemudian, protein-protein ini akan mempengaruhi keseluruhan struktur dan karakteristik biokimiawi organisme.

Sebagian besar sifat manusia tidak hanya tergantung pada sepasang gen, maka dari itu menemukan kontribusi genetis mengenai sifat-sifat seseorang merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Salah satu metode yang pernah digunakan untuk mencari gen yang berkaitan dengan sejumlah kondisi fisik dan mental manusia tersebut, adalah linkage study. Penelitian ini memanfaatkan kecenderungan gen-gen yang letaknya berdekatan satu sama lain dalam kromosom diwariskan bersama-sama dari generasi ke generasi secara turun temurun.

Hingga saat ini, meskipun para peneliti dapat menemukan lokasi suatu gen, mereka tidak dengan sendirinya mengetahui peran gen tersebut dalam fungsi fisik maupun psikologis. Akan tetapi menemukan lokasi sebuah gen hanya sekedar langkah pertama untuk bias mengetahui apa dan bagaimana cara kerja gen tersebut.

 

Genetika Persamaan

Menurut psikologi evolusi, kesamaan-kesamaan antara manusia sebagian berkaitan dengan karakter genetis yang berkembang selama sejarah evolusi spesies kita. Evolusi (evolution) pada dasarnya merupakan perubahan frekuensi munculnya gen dalam suatu populasi, suatu perubahan yang secara umum berlangsung pada banyak generasi. Perubahan-perubahan yang berlangsung pada suatu spesies tertentu tersebut apabila terjadi perubahan yang cukup besar, maka akan mengakibatkan terbentuknya spesies baru.

Salah satu alasan terjadinya perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut. Jika selama pembelahan sel-sel yang menghasilkan sperma dan telur terjadi kesalahan dalam menyalin rangkaian DNA yang asli, gen-gen itu secara spontan dapat berubah atau mengalami mutasi.

Di samping itu, selama masa pembentukan sperma atau telur, sebagian kecil materi genetis saling bertukar tempat dari satu pasangan kromosom ke pasangan kromosom lain, sebelum terjadinya pembelahan sel. Kemudian terjadinya mutasi gen dan pengombinasian ulang susunan material dari gen tersebut, terbentuklah variasi-variasi genetis baru.

Menurut prinsip seleksi alam (natural selection), nasib dari variasi-variasi gen ini tergantung pada lingkungan. Jadi jika dalam suatu lingkungan tertentu, individu-individu yang memiliki sifat-sifat genetis tertentu cenderung lebih berhasil dibandingkan individu-individu lain yang memiliki sifat-sifat genetis berbeda dalam hal bertahan hidup, baik itu dalam hal mencari makanan, bertahan terhadap tempaan cuaca, atau mengalahkan musuh, maka semakin lama gen-gen mereka akan menjadi lebih banyak ditemui di dalam populasinya.

 

Warisan Kita Sebagai Manusia: Bahasa

Bahasa adalah seperangkat aturan untuk menggabungkan unsur-unsur yang tak bermakna seperti suara atau isyarat sehingga menjadi suatu rangkaian kata atau ungkapan berstruktur yang mengandung arti. Bahasa memungkinkan manusia untuk mengekpresikan dan memahami sejumlah ungkapan-ungkapan tak terbatas yang dibuat pada suatu saat tertentu.

Seorang ahli bahasa bernama Noam Chomsky mengemukakan berbagai bukti bahwa bahasa merupakan pembawaan sejak lahir. Namun, masih banyak ahli bahasa lain yang masih berpendapat bahwa pengalamanlah yang lebih besar pengaruhnya. Maka dari itu, perkembangan berbahasa tergantung dari kematangan biologis dan pengalaman sosial.

 

Warisan Kita Sebagai Manusia: Berpasangan dan Berhubungan Seksual

Menurut para ahli sosiobiologi dan para ahli psikologi evolusi, sebagai reaksi terhadap berbagai masalah kelangsungan hidup, manusia telah mengembangkan sejumlah strategi seksual dan strategi berpasangan yang berbeda, dalam bentuk berbagai aturan dan banyak aspek dalam kehidupan bermasyarakat.

Para ahli berpendapat, pria lebih mungkin beradaptasi jika memiliki sifat tidak memilih-milih pasangan. Sedangkan wanita cenderung berlaku monigami, bersikap pemilih terhadap terhadap pasangannya, dan lebih memilih keamanan daripada kesenangan baru.

 

Perbedaan Genetis

Adanya variasi dalam suatu spesies menimbulkan sebuah pertanyaan besar, apakah perbedaan tersebut disebabkan oleh factor genetis ataukah oleh pengalaman dan motivasi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut para ahli genetika perilaku menghitung statistic yang disebut heritabilitas (heritability) yang memperkirakan proporsi dari total varians suatu sifat yang dapat dijelaskan melalui variasi genetis dalam suatu kelompok.

Berikut adalah fakta-fakta mengenai heritabilitas: (1) Perkiraan mengenai pewarisan suatu sifat hanya dapat diterapkan terhadap kelompok khusus yang berdiam di dalam lingkungan khusus; (2) Perkiraan pewarisan suatu bawaan tidak dapat diterapkan ke setiap individu tapi hanya dapat diterapkan ke variasi-variasi dalam sebuah kelompok; (3) Sifat yang sangat dapat diwariskan atau diturunkan pun dapat dimodifikasi oleh lingkungan.

 

Keragaman Manusia: Masalah Inteligensi

Dalam penelitian mengenai sifat yang diwariskan, pengukuran terhadap fungsi intelektual biasanya menggunakan IQ (intelligence quotient), atau skor IQ. Dalam penelitian perkiraan sumbangan faktor keturunan terhadap intelegensi adalah sekitar 0,40 hingga 0,50 untuk anak-anak dan remaja, serta 0,60 hingga 0,80 untuk orang dewasa. Dibandingkan kembar fraternal, kembar identik lebih menunjukkan kesamaan. Demikian pula dengan anak-anak adopsi, biasanya mereka menunjukan hubungan skor yang lebih tinggi dengan orang tua biologisnya dibandingkan dengan orang tua angkatnya. Akan tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa gen menentukan inteligensi, karena varian sisa dari skor-skor IQ yang ada pasti sebagian besar dipengaruhi pula oleh lingkungan.

 

Di Balik Perdebatan Antara Nature dan Nurture

Faktor keturunan maupun lingkungan saling berinteraksi untuk menghasilkan perpaduan kualitas yang unik, yaitu manusia. Aktif tidaknya suatu gen, tergantung pada pengalaman yang dimiliki dan aktifitas dari gen-gen lain.

Aktifitas gen juga bervariasi akibat proses biokimia acak yang terjadi di dalam badan sel, yang disebut sebagai noise. Akibat noise itulah, baik kembar identik bahkan hasil cloning sekalipun, spesies yang sama secara genetis, yang tinggal di lingkungan yang sama, dapat memiliki penampilan dan perilaku yang berbeda.

Pemilihan waktu dan pola aktifitas genetis merupakan hal yang penting, tidak hanya sebelum lahir, namun juga sepanjang hidup. Ini berarti bahwa genom bukanlah suatu design yang statis bagi perkembangan, namun merupakan suatu jaringan kerja dari berbagai pengaruh yang dinamis.