<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Peti Usang &#187; SERIGALA BULAN PURNAMA</title>
	<atom:link href="http://petiusang.wordpress.com/category/fright-pages/serigala-bulan-purnama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://petiusang.wordpress.com</link>
	<description>sebuah peti tua yang tergeletak di sudut gudang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Nov 2008 12:19:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='petiusang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/774496f9ceacb0f14fc3c4442cb4938e?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Peti Usang &#187; SERIGALA BULAN PURNAMA</title>
		<link>http://petiusang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://petiusang.wordpress.com/osd.xml" title="Peti Usang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://petiusang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SERIGALA BULAN PURNAMA</title>
		<link>http://petiusang.wordpress.com/2008/08/08/serigala-bulan-purnama/</link>
		<comments>http://petiusang.wordpress.com/2008/08/08/serigala-bulan-purnama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 16:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petiusang</dc:creator>
				<category><![CDATA[SERIGALA BULAN PURNAMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petiusang.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[SERIGALA BULAN PURNAMA<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petiusang.wordpress.com&blog=3944821&post=33&subd=petiusang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>SERIGALA BULAN PURNAMA</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Oleh</strong></em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Rendra Fatrisna K</strong></em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE">
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Matahari mulai tenggelam</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE">, warna jingga menghiasi cakrawala. Dari jendela kamarku yang berlapis kaca bening, aku menikmati suasana senja desa ini yang indah seperti hari-hari sebelumnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE">”<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Sam,” panggil Paman Horton dari ambang pintu kamar. ”Nanti malam bulan purnama, aku bersama Inspektur Paul akan berpatroli di sekitar desa, kau jaga diri baik-baik dirumah,” katanya padaku. ”Samuel, jangan lupa kunci semua pintu, selain aku jangan biarkan siapapun masuk,” tambah Paman Horton sebelum berpaling.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE">”<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Paman,” kataku menghentikan langkahnya. ”Benarkah serigala jadi-jadian itu memang benar-benar ada?” Paman Horton kembali menatapku. ”Kau tahu sendiri kan? Bulan lalu tiga orang warga desa kita tewas diterkam oleh serigala jadi-jadian itu,” Aku hanya mengangguk mendengar penjelasan pamanku itu. Tapi dalam hati aku masih meragukan jika kejadian bulan lalu merupakan bukti kebenaran dari mitos desa ini.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE">”<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Malam ini aku punya firasat buruk, sebaiknya Paman tinggal saja dirumah,” kataku. ”Sam, kau harus mengerti, Pamanmu ini adalah kepala desa disini, jadi akulah yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi didesa ini,” Paman Horton menghampiriku kemudian menepuk bahuku. ”Jika kau sudah dewasa dan masih tinggal di desa ini, kaulah yang akan menjadi penerusku Samuel,” Aku menunduk, tak tahu harus menjawab apa.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE">”<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mr. Horton,” seru seorang berseragam polisi dari depan pintu kamarku. ”Sebaiknya kita segera berangkat Sir,” tambahnya kemudian. ”Salah seorang anak buah saya menemukan sebuah gua kecil ditepi hutan, yang disinyalir itu merupakan tempat persembunyian mahluk buruan kita,” Paman Horton mengerutkan keningnya mendengar penjelasan polisi itu. ”Baiklah,” Akhirnya dia berguman.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;">”<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Nah Sam, berhati-hatilah dirumah, jangan lupa mengunci semua pintu dan jendela,” Setelah mengacak-acak rambutku Paman Horton bergegas mengikuti langkah polisi itu sambil menenteng senapan tuanya. </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE">”Paman, jaga dirimu,” ucapku lirih.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE">
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Jam dinding ruang tamu berdentang sebelas kali saat aku mulai menutup lembaran terakhir majalah yang ada dipangkuanku. Aku menguap lebar menahan kantuk yang mulai menyerang. </span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Malam ini begitu hening, tampaknya diluar sana tidak terjadi apa-apa. Aku menghembuskan nafas lega, semoga saja alam ini memang tidak terjadi apa-apa didesa ini.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Aku beranjak bangkit dari tempat tidur, setelah menaruh majalahku keatas meja, kubuka tirai jendelaku yang kotor penuh debu. Pemandangan diluar sangat gelap dan menakutkan, aku tidak dapat membayangkan dimana dan sedang apa Paman Horton bersama para aparat desa itu. ”Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan mereka,” Aku berkata pelan.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Paman Horton adalah satu-satunya krabatku didesa ini, sementara kedua orang tuaku sudah delapan tahun berada di timur tengah untuk suatu penelitian, mereka adalah seorang arkeolog. Aku sungguh tak tahu, jika sampai terjadi hal yang buruk dengan pamanku, entah dengan siapa lagi aku harus tinggal.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Aku mengibaskan kepalaku saat pikiran=pikiran buruk mulai berseliweran didalamnya. Mungkin sebaiknya aku tidur, kataku dalam hati. Aku kembali berpaling hendak melangkah menuju tempat tidur saat tiba-tiba muncul perasaan aneh dalam diriku. Jantungku berdegup kencang, serentak aku berbalik kearah jendela. Keringat dingin mengalir dari sekujur tubuhku, apa yang terjadi? Jantungku berdegup semakin tak teratur.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Mataku menyapu kedalam kegelapan malam dari balik jendela kamar yang berlapis kaca tipis itu, dan pandanganku berhenti pada satu titik cahaya dilangit, sebuah bulan purnama. Mataku dengan liar</span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE"> menatap cahaya bulan yang menyala redup. Tubuhku mulai terasa panas, kulitku terasa perih, hingga akupun jatuh berlutut didepan jendela. Sementara mataku masih tetap tertuju pada bulan yang menyala jingga di langit.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Aku mulai merasakan sesuatu pada tubuhku, suatu perubahan yang besar. Bulu-bulu hitam mulai tumbuh disekujur tubuhku. Kini aku percaya bahwa mitos itu memang benar, serigala jadi-jadian itu memang benar-benar ada. ”Roaar!!” aku meraung keras saat tubuhku menerpa kaca jendela kamarku hingga hancur berkeping-keping.</span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Aku berdiri diatas empat kakiku dengan garang, ekorku meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan. ”Roaar!!!” Dari halaman rumah pamanku yang luas aku kembali meraung keras sambil menatap bulan purnama. Aku merasakan rasa lapar yang luar biasa, kenudian aku berlari kearah hutan untuk mencari mangsa.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:medium;"><strong>TAMAT</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:medium;"><strong>FRIGHT PAGES</strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/petiusang.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/petiusang.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petiusang.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petiusang.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petiusang.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petiusang.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petiusang.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petiusang.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petiusang.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petiusang.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petiusang.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petiusang.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petiusang.wordpress.com&blog=3944821&post=33&subd=petiusang&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petiusang.wordpress.com/2008/08/08/serigala-bulan-purnama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/690aba2b95137eaa8a011f76ea52b14e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petiusang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>