Agustus 2008


MAHASISWA BERPOLITIK?

Meskipun Ditjen DIKTI telah mengeluarkan Surat Keputusan No. 26/DIKTI/Kep/2002 untuk melindungi keaslian pemikiran mahasiswa supaya jangan sampai ternodai kepentingan suatu golongan, partai atau kelompok tertentu, dengan mencegah masuknya organisasi ekstra kampus (OMEK) ke dalam kampus. Namun para aktifis OMEK tersebut ternyata masih banyak yang tidak pernah bosan untuk terus berusaha dan terus melebarkan sayapnya masuk ke dalam lingkungan kampus. Berbagai cara mereka halalkan untuk menggalang massa sebanyak-banyaknya, tidak jarang pula mereka sampai mengangkat SARA (Suku, Ras, Agama, Antar golongan), bahkan banyak lagi diantara mereka yang saling berebut kursi kekuasaan di tingkatan mahasiswa melalui berbagai organisasi intra kampus (HMJ, BEM, DMF, MPM maupun LSO). Dan yang lebih memalukan lagi, ada pula sebagian dari mereka yang menggunakan berbagai cara-cara intimidasi, pengancaman, sampai dengan aksi-aksi kekerasan dengan sebilah pancor dan celurit ditangan. Sebuah aksi konyol dari mereka yang menyebut dirinya organisasi mahasiswa dan mengatasnamakan kepentingan rakyat. Berbuat curang dalam pemilihan ketua dan pengurus HMJ, BEM, dan organisasi intra kampus lainnya demi kepentingan kelompoknya sudah merupakan hal yang biasa. Kemudian memanfaatkan kekuasaan mereka dalam organisasi intra kampus yang telah berhasil mereka kuasai demi kepentingan kelompoknya juga sudah hal yang lumrah bagi mereka.

Melalui organisasi intra kampus yang telah berhasil mereka kuasai inilah, mereka berupaya merapatkan diri dengan jajaran kampus, mengampanyekan jargon dan ideologi golongan, partai atau kelompok yang menjadi rekanan OMEK tersebut serta melakukan kaderisasi terhadap sejumlah mahasiswa untuk penggalangan massa kelompok mereka. Masuknya politik praktis berkepentingan di kampus tersebut dapat dilihat secara nyata dari keberadaan salah satu OMEK yang biasanya satu suara dalam mengampanyekan isu yang sama dengan golongan, partai atau kelompok yang menjadi rekanannya. Malangnya, tidak sedikit aktivis mahasiswa kini yang ikut terbujuk masuk dalam pusaran politik praktis berkepentingan itu. Berbagai iming-iming diberikan golongan, partai atau kelompok tertentu melalui OMEK rekanan mereka tersebut, semisal memberi kemudahan dalam hal bantuan dana kuliah (beasiswa), jalan pintas yang memudahkan merintis karir politik setelah lulus nanti, menambah jaringan kerja dan semacamnya bagi yang bersedia menjadi kader.

Sangat berbahaya ketika faham partai politik tertentu melalui beberapa OMEK tersebut mulai menjamah kampus, bahkan warna kampus pun bisa ikut berubah layaknya warna yang mereka bawa. Terkadang dalam satu organisasi kemahasiswaan yang telah jatuh ketangan mereka, orang-orang di dalamnya sebagian besar merupakan orang dalam satu faham golongan, partai atau kelompok tersebut. Ini yang akan menjadi racun bagi lainnya, mereka bisa jadi mempengaruhi anggota-anggota lain bahkan mahasiswa lain dalam kampus tersebut secara keseluruhan.

Mahasiswa memang boleh saja berpolitik bahkan terjun langsung dalam suatu partai karena mereka juga seorang warga negara Indonesia yang memiliki hak politik. Namun disini konteksnyalah yang salah, naungan berpolitik itu tidak seharusnya diatasnamakan mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan. Dipundak mahasiswa masa depan bangsa dan negara ini berada, mahasiswa harus menjadi agen perubahan. Apa jadinya jika para mahasiswa tersebut justru bermain-main dengan golongan, partai atau kelompok yang memiliki berbagai kepentingan politik. Mahasiswa harus kritis dan sadar akan posisinya, jangan sampai ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

WASPADA banyak OMEK mengincar Mahasiswa Baru

Memasuki tahun ajaran baru, sasaran utama OMEK tersebut adalah para mahasiswa baru, mereka adalah sasaran empuk berbagai OMEK yang haus akan eksistensi dan kekuasaan.

Saat para mahasiswa baru tersebut mulai memasuki dunia kampus, maka akan bermunculan “kakak-kakak senior yang baik”, mereka menawarkan berbagai bantuan mulai dari mencari kos-kosan, bantuan OSPEK/PKPT dan lain-lain yang akhirnya akan berujung pada jebakan yang memaksa para mahasiswa baru tersebut untuk ikut serta dalam faham-faham mereka, sebuah doktrin. Para mahasiswa baru tersebut adalah lembaran-lembaran kosong yang sangat mudah untuk ditanamkan faham yang dibawa oleh OMEK. Banyak dari OMEK tersebut yang akan mengunakan berbagai cara manis dan halus untuk menjaring para mahasiswa baru tersebut menjadi anggota mereka untuk kemudian dijadikan pion catur untuk mencapai tujuan kelompok mereka.

Biarkanlah kampus melahirkan idealis sendiri yang lahir murni dari pemikiran mahasiswa dan tidak ditunggangi oleh oknum yang hanya ingin memanfaatkan kampus sebagai media untuk kepentingan partai ataupun kelompok mereka sendiri.

Siapa sih Punk?

Punk itu bukan sekadar musik. Punk adalah gaya hidup atau life style yang bisa mengubah hidup dirinya sendiri bahkan juga lingkungan di sekitarnya.
Punk’s not dead!

Sering kali kita mendengar ungkapan bahwa punk bukan hanya fashion! Yeah, itu memang benar. Bahkan punk juga bukan sekadar musik. Punk adalah merupakan gaya hidup atau life style. Itu artinya akan ikut dalam keseharian kita. Jadi kapan kita bisa mengaku bahwa kita adalah punkers? Apakah jika kita ditemani nyanyian Johny Rotten (Sex Pistols) setiap akan tidur? dan setiap pagi kita dibangunkan oleh musiknya Green Day? Ataukah saat kita muncul di jalan dengan dandanan rambut mohawk, jaket penuh berbagai macam model pin, jins penuh tambalan dan sepatu boot usang yang setia menemani? Jika sudah demikian kita memang telah ber-style punk. Tapi kita harus menyadari bahwa punk bukan hanya semua itu. Punkers bukanlah orang yang tak memiliki tujuan hidup. Memang sulit bagi kita menjadi seorang punkers apabila kita sendiri tidak mengerti makna punkers yang sebenarnya.

Makna Punk
Difinisi menurut kamus bahasa Inggris, punk bisa berarti tidak penting, tidak berguna, bahkan busuk. Entah kenapa bisa nyambung banget sama sebutan vokalis Sex Pistols. Nama aslinya Johny Lyndon, tapi Steve Jones memanggilnya Rotten. Dan jadilah nama dia Johny Rotten.
Kita lupakan saja kamus bahasa itu. Sekarang kita lihat arti punk, menurut seorang guru punk, Joe Kidd. Menurutnya punk memiliki arti yang berubah-ubah sesuai dengan tingkat kedewasaannya. Saat dia berusia 13 tahun, punk baginya adalah sesuatu yang liar, dengan dandanan yang revolusioner, tidak perlu berangkat ke sekolah setiap pagi, dan selalu di temani musik setiap saat. Lalu dia terus berpikir dan akhirnya menemukan bahwa punk bukan hanya itu namun punk adalah sebuah semangat. Semangat untuk perubahan, ketidaktergantungan, proses kreatif dan peduli terhadap politik. Semakin lama pandangan punk makin luas. Tapi penekanannya selalu tetap di bagian yang sama. Punk adalah sebuah semangat untuk menghadapi hidup dengan kreativitas tinggi.
Biasanya mereka yang memulai hidup sebagai punkers adalah kelas menengah ke bawah. Dan punya tujuan yang sangat simpel. Tidak mau di ganggu, minum-minum, dan mendengarkan musik. Cuma tiga itu saja. Tentunya untuk terus hidup seperti itu enggak bisa terjadi begitu saja. Kasus yang hampir sama dengan proses munculnya skinheads. Mereka tumbuh jadi orang yang bekerja keras di siang hari. Tujuannya memang hanya mengumpulkan uang untuk having fun di malam hari. Tapi satu semangat mereka adalah untuk independent atau tidak tergantung kemana-mana. Jadi punkers selalu berusaha untuk bekerja apa pun. Inilah yang menunjukan semangat punk yaitu untuk hidup mandiri.

Do It Your Self
Ideologi D.I.Y. (do it yourself) utnuk orang awam mengesankan punkers berjiwa indi vidualis. Padahal tidaklah demikian yang dimaksud di sini adalah independent tadi. Ti-dak tergantung pada siapa pun. Selama hal itu masih bisa kita lakukan sendiri kenapa tidak kita lakukan? Yang menghapuskan individualis tadi adalah semangat equality yaitu semangat kebersamaan antara sesama punkers.
Lebih jelas lagi jika kita lihat kondisi sebuah band. Sebuah band punk yang menganut D.I.Y. akan berusaha untuk menangani album mereka sendiri. Mulai dari proses produksi, penggandaan sampai soal distribusi. Untuk menangani hal itu sangat berat jika dilakukan oleh satu dua orang saja. Di sinilah mereka sangat memerlukan kebersamaan. Semangat kebersamaan demi tujuan bersama.
Modal lain untuk melakukan semua itu semua adalah brain! Yeah, kita juga harus punya otak. Kalau otak kita kosong, kita bakal kena tipu terus. Bagaimana pula kita bisa menghadapi perubahan, dan mengerti tentang situasi politik? Oleh karena itulah bohong besar kalau punkers tidak memerlukan pendidikan. Walau memang tidak harus di sekolah formal.
Nah sekarang kita siap tidak untuk menjadi seorang punker sejati. Seseorang yang benar-benar bisa menghadapi tantangan hidup. Selalu siap menghadapi berbagai keadaan. Bukan berarti kita harus selalu tidur di pinggiran jalan. Tapi kita siap kalaupun harus hidup di pinggir jalan. Bukan cuma berani menggunakan celana jeans ketat, rambut mohawk, atau sepatu boots saja. Tapi kita juga harus malu kalau masih harus terus minta uang ke orang lain. Meskipun itu orang tua kita sendiri.
Bagaimana oi? Siap untuk bekerja di siang hari dan berpesta di malam hari? Ayo jangan bikin malu punk!
(dari berbagai sumber)

Mantra

Mantra berasal dari bahasa Sanskerta yaitu MAN yang memiliki arti PIKIRAN dan TRA yang artinya PEMBEBASAN. Jadi Mantra adalah kegiatan membebaskan pikiran. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001), Mantra bisa diartikan sebagai susunan kata yang berunsur puisi (seperti rima dan irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain.

Mantra jika ditinjau dari segi istilah bisa memiliki arti bunyi, kata, atau kalimat yang diucapkan, dibisikkan, atau dilantunkan dengan cara tertentu untuk tujuan tertentu pula. Mantra diyakini mempunyai kekuatan, sebagai sarana permohonan kepada Tuhan, dan bermanfaat untuk bermacam-macam tujuan tertentu dari para perapalnya.

Dari segi bentuk, mantra sebenarnya bisa digolongkan ke dalam bentuk puisi bebas, yang tidak terikat pada aspek rima, baris, dan jumlah kata dalam setiap baris. Dari segi bahasa, sebagian mantra ada yang menggunakan bahasa yang kadang sulit untuk dipahami. Bahkan adakalanya, perapal sendiri tidak memahami arti sebenarnya mantra yang ia baca. Dia hanya memahami kapan dan bagaimana mantra tersebut dibaca dan untuk apa tujuannya. Dari segi penggunaan, mantra tidak boleh diucapkan sembarangan, karena bacaannya dianggap keramat dan memiliki arti khusus.

Ada bermacam-macam bentuk mantra, yaitu mantra suara, mantra gambar yang biasanya disebut juga rajah, ada mantra yang ditanamkan dalam benda yang kemudian digunakan sebagai jimat, ada mantra yang dirupakan dengan gerak dan ada pula mantra dalam bentuk upacara tertentu.

MANTRA GALIB dalam Tradisi Hindu dan Budha, DOA dari Arab dan DONGA menurut istilah Jawa sebenarnya memiliki kesamaan makna dengan Mantra. Namun sebagian orang berpendapat Mantra berbeda dengan doa, pendapat itu muncul khususnya dari mereka yang bukan penganut Hindu dan Budha. Mereka menganggap mantra memiliki makna yang lebih khusus, mantra dinilai memiliki kekuatan tersendiri. Menurut tradisi Melayu, pembacaan mantra diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib untuk membantu meraih tujuan-tujuan tertentu.

Mantra yang dimaksudkan untuk tujuan tertentu bisa sangat efektif bagi para perapalnya, Selain merupakan salah satu sarana komunikasi dan permohonan kepada Tuhan, mantra dengan kata yang ber rima memungkinkan orang semakin rileks dan masuk pada keadaan trance. Dalam kalimat mantra yang kaya metafora dengan gaya bahasa yang hiperbola tersebut membantu perapal melakukan visualisasi terhadap keadaan yang diinginkan dalam tujuan mantra. Kalimat mantra yang diulang-ulang menjadi Afirmasi, Pembelajaran di level unconscious dan membangun SUGESTI DIRI.

Sugesti Diri atau yang sering kita kenal dengan istilah Swa Sugesti yaitu sebuah cara untuk memasukkan harapan dan keinginan kita ke dalam pikiran bawah sadar yang dilakukan secara berulang kali, dengan bahasa present dan simple disertai dengan memvisualisasikannya secara detail.

Sugesti Diri yang di timbulkan oleh Mantra tersebut akan berubah menjadi BELIEVE SYSTEM atau keyakinan diri. Jika sesuatu hal telah menjadi KEYAKINAN maka potensi diri secara otomatis tergerak untuk merealisasikan apa yang diyakini. Demikian juga jika sugesti mampu menjangkau pikiran bawah sadar maka keyakinan akan keberhasilan, keinginan dan harapannya tidak bisa terbendung lagi dan pasti segala resources di dalam dirinya akan mempertahankan keyakinan tersebut dan untuk terus mengejarnya.

Mantra dapat membantu untuk memasukkan sugesti yang efektif, karena mantra sesungguhnya adalah pemanfaatan gelombang otak Alfa & Tetha, Sugesti diri menjadi sangat efektif jika dilakukan di saat otak sedang bergetar dalam frekeunsi Alfa & Tetha. Frekuansi Alfa adalah di saat otak / pikiran sedang dalam kondisi relax. Di saat relax maka pintu antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar akan terbuka sehingga anda dengan mudah memasukkan sugesti ke dalam pikiran bawah sadar.

SERIGALA BULAN PURNAMA

Oleh

Rendra Fatrisna K

Matahari mulai tenggelam, warna jingga menghiasi cakrawala. Dari jendela kamarku yang berlapis kaca bening, aku menikmati suasana senja desa ini yang indah seperti hari-hari sebelumnya.

Sam,” panggil Paman Horton dari ambang pintu kamar. ”Nanti malam bulan purnama, aku bersama Inspektur Paul akan berpatroli di sekitar desa, kau jaga diri baik-baik dirumah,” katanya padaku. ”Samuel, jangan lupa kunci semua pintu, selain aku jangan biarkan siapapun masuk,” tambah Paman Horton sebelum berpaling.

Paman,” kataku menghentikan langkahnya. ”Benarkah serigala jadi-jadian itu memang benar-benar ada?” Paman Horton kembali menatapku. ”Kau tahu sendiri kan? Bulan lalu tiga orang warga desa kita tewas diterkam oleh serigala jadi-jadian itu,” Aku hanya mengangguk mendengar penjelasan pamanku itu. Tapi dalam hati aku masih meragukan jika kejadian bulan lalu merupakan bukti kebenaran dari mitos desa ini.

Malam ini aku punya firasat buruk, sebaiknya Paman tinggal saja dirumah,” kataku. ”Sam, kau harus mengerti, Pamanmu ini adalah kepala desa disini, jadi akulah yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi didesa ini,” Paman Horton menghampiriku kemudian menepuk bahuku. ”Jika kau sudah dewasa dan masih tinggal di desa ini, kaulah yang akan menjadi penerusku Samuel,” Aku menunduk, tak tahu harus menjawab apa.

Mr. Horton,” seru seorang berseragam polisi dari depan pintu kamarku. ”Sebaiknya kita segera berangkat Sir,” tambahnya kemudian. ”Salah seorang anak buah saya menemukan sebuah gua kecil ditepi hutan, yang disinyalir itu merupakan tempat persembunyian mahluk buruan kita,” Paman Horton mengerutkan keningnya mendengar penjelasan polisi itu. ”Baiklah,” Akhirnya dia berguman.

Nah Sam, berhati-hatilah dirumah, jangan lupa mengunci semua pintu dan jendela,” Setelah mengacak-acak rambutku Paman Horton bergegas mengikuti langkah polisi itu sambil menenteng senapan tuanya. ”Paman, jaga dirimu,” ucapku lirih.

Jam dinding ruang tamu berdentang sebelas kali saat aku mulai menutup lembaran terakhir majalah yang ada dipangkuanku. Aku menguap lebar menahan kantuk yang mulai menyerang. Malam ini begitu hening, tampaknya diluar sana tidak terjadi apa-apa. Aku menghembuskan nafas lega, semoga saja alam ini memang tidak terjadi apa-apa didesa ini.

Aku beranjak bangkit dari tempat tidur, setelah menaruh majalahku keatas meja, kubuka tirai jendelaku yang kotor penuh debu. Pemandangan diluar sangat gelap dan menakutkan, aku tidak dapat membayangkan dimana dan sedang apa Paman Horton bersama para aparat desa itu. ”Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan mereka,” Aku berkata pelan.

Paman Horton adalah satu-satunya krabatku didesa ini, sementara kedua orang tuaku sudah delapan tahun berada di timur tengah untuk suatu penelitian, mereka adalah seorang arkeolog. Aku sungguh tak tahu, jika sampai terjadi hal yang buruk dengan pamanku, entah dengan siapa lagi aku harus tinggal.

Aku mengibaskan kepalaku saat pikiran=pikiran buruk mulai berseliweran didalamnya. Mungkin sebaiknya aku tidur, kataku dalam hati. Aku kembali berpaling hendak melangkah menuju tempat tidur saat tiba-tiba muncul perasaan aneh dalam diriku. Jantungku berdegup kencang, serentak aku berbalik kearah jendela. Keringat dingin mengalir dari sekujur tubuhku, apa yang terjadi? Jantungku berdegup semakin tak teratur.

Mataku menyapu kedalam kegelapan malam dari balik jendela kamar yang berlapis kaca tipis itu, dan pandanganku berhenti pada satu titik cahaya dilangit, sebuah bulan purnama. Mataku dengan liar menatap cahaya bulan yang menyala redup. Tubuhku mulai terasa panas, kulitku terasa perih, hingga akupun jatuh berlutut didepan jendela. Sementara mataku masih tetap tertuju pada bulan yang menyala jingga di langit.

Aku mulai merasakan sesuatu pada tubuhku, suatu perubahan yang besar. Bulu-bulu hitam mulai tumbuh disekujur tubuhku. Kini aku percaya bahwa mitos itu memang benar, serigala jadi-jadian itu memang benar-benar ada. ”Roaar!!” aku meraung keras saat tubuhku menerpa kaca jendela kamarku hingga hancur berkeping-keping.

Aku berdiri diatas empat kakiku dengan garang, ekorku meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan. ”Roaar!!!” Dari halaman rumah pamanku yang luas aku kembali meraung keras sambil menatap bulan purnama. Aku merasakan rasa lapar yang luar biasa, kenudian aku berlari kearah hutan untuk mencari mangsa.

TAMAT

FRIGHT PAGES